Menyalahi Aturan, Kemendag ‘Take Down’ 2.639 Iklan Digital | EQUITYWORLD SEMARANG
Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah me-take down sebanyak 2.639 iklan elektronik yang tidak sesuai dengan ketentuan.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah me-take down sebanyak 2.639 iklan elektronik yang tidak sesuai dengan ketentuan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengenalkan skema pendanaan infrastruktur melalui Pengelolaan Perolehan Peningkatan Nilai Kawasan (P3NK) atau Land Value Capture (LVC) sebagai langkah antisipasi terhadap tantangan keterbatasan fiskal...
Perkembangan esports dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya mengubah cara orang menikmati hiburan digital, tetapi juga membuka peluang baru bagi industri teknologi.
Menteri Keuangan Purbaya menilai pelemahan rupiah hingga 17.800 per dolar AS tak wajar di tengah fundamental ekonomi masih baik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal penggunaan APBN untuk pembelian sapi kurban Presiden Prabowo Subianto.
Wamentan sebut kondisi itu menunjukan pasokan ternak nasional dalam kondisi baik, sekaligus gambaran daya tahan masyarakat di tengah tantangan ekonomi global.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTAβ Pengguna aset digital atau investor kripto dinilai mulai lebih rasional dalam memahami risiko, strategi investasi, serta fundamental teknologi blockchain dibanding sekadar mengikuti tren pasar. CEO Indodax William Sutanto…
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi penyelundupan emas ke luar negeri marak setelah pemerintah memberlakukan aturan pengenaan bea keluar dan tarif bea keluar untuk komoditas ekspor emas mulai akhir 2025 lalu. Bea...
Kementerian Perdagangan telah membuat permintaan penurunan (take down) terhadap 2.639 iklan elektronik yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai posisi nilai tukar rupiah saat ini tidak masuk akal.