Ini Dia Sosok Penyumbang 28Kg Emas Buat Monas, Nasibnya Miris | EQUITYWORLD SEMARANG
Teuku Markam, pengusaha Aceh, berupaya menyumbang 28 kg emas untuk Monas, namun berakhir di penjara.
Manis! YUPI Tetapkan Dividen Rp17 per Saham, Total Rp145,36 M | EQUITYWORLD SEMARANG
PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) mengumumkan dividen interim Rp 145,36 miliar untuk tahun buku 2026, setara Rp 17 per saham, dari laba bersih Rp 322,4 miliar.
BNI Hadirkan wondrZ, Tabungan Anak dan Remaja untuk Belajar Kelola Uang | EQUITYWORLD SEMARANG
BNI luncurkan wondrZ, tabungan untuk anak dan remaja, melalui aplikasi wondr, Fitur memudahkan pengelolaan keuangan dan pemantauan orang tua.
Gara-Gara Robot Humanoid, Harta Pengusaha Ini Tembus Rp 282 Triliun | EQUITYWORLD SEMARANG
CEO Unitree Robotics, Wang Xingxing, kini memiliki kekayaan US$16 miliar berkat lonjakan saham 629%. Robot humanoid diprediksi akan merevolusi industri.
Airlangga Yakin Tuduhan Transshipment AS Tak Usik Kesepakatan Dagang | EQUITYWORLD SEMARANG
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini tuduhan AS terkait transshipment melalui RI tidak akan mengganggu proses kesepakatan perdagangan kedua negara.
‘Emas di Bawah Bantal’ 1.800 Ton Bikin Heboh, Ini Penjelasan Kemenko | EQUITYWORLD SEMARANG
Kemenko Perekonomian menjelaskan istilah "emas di bawah bantal" sebagai metafora.
Daftar Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Kuartal II 2026, RI Posisi Berapa? | EQUITYWORLD SEMARANG
Sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara (Asean) merilis realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026. Berikut posisi Indonesia.
IAEI, Gunadarma dan AFSI Sinergi Perkuat Ekonomi Syariah RI | EQUITYWORLD SEMARANG
IAEI bersama Universitas Gunadarma dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) memperkuat sinergi ekonomi syariah.
Airlangga Kejar Perjanjian Dagang RI-Uni Eropa Diteken Oktober 2026 | EQUITYWORLD SEMARANG
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) ditandatangani pada Oktober 2026.
Iran Kecam Sanksi Ekonomi dari AS, Sebut Rusak Tatanan Global | EQUITYWORLD SEMARANG
Iran kecam sanksi ekonomi baru AS dan menilainya sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional, serta memperingatkan dampak negatif ke tatanan global.
