Korban Tewas Akibat Ledakan Tambang Batu Bara di China Jadi 90 Orang | EQUITYWORLD SEMARANG
Jumlah korban tewas akibat ledakan tambang batu bara di Daerah Qingyuan, Provinsi Shanxi, China utara, pada Jumat malam, 22 Mei bertambah menjadi 90 orang.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Jumlah korban tewas akibat ledakan tambang batu bara di Daerah Qingyuan, Provinsi Shanxi, China utara, pada Jumat malam, 22 Mei bertambah menjadi 90 orang.
IHSG diprediksi melanjutkan koreksi hingga menyentuh level 5.900 akibat tekanan jual tinggi. Simak 5 rekomendasi saham potensial cuan pilihan analis hari ini.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai memberi tekanan signifikan terhadap industri manufaktur nasional, terutama sektor yang masih bergantung pada bahan baku impor. Pelaku...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono mengatakan terjadi kenaikan klaim terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) pada BPJS Ketenagakerjaan...
Banyak pelaku pasar dan fund manager sudah mengantisipasi penghapusan saham tersebut oleh MSCI dalam beberapa bulan terakhir.
Gubernur BI Perry Warjiyo megatakan Indonesia tidak hanya menghadapi perlambatan, tapi juga ketidakpastian yang tinggi dan terus berlanjut.
Presiden AS Donald Trump kembali mengunggah serangkaian pernyataan bernada sindiran kepada Iran dan para pengkritiknya. Kali ini dia menyebut Iran kehabisan uang
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pemberian sanksi terhadap para perusahaan dan efek tercatat yang belum menyampaikan laporan keuangan auditan.
Ketegangan geopolitik meningkatkan kekayaan Michal Strnad, CEO CSG, yang kini jadi salah satu konglomerat terkaya Ceko. CSG fokus pada industri pertahanan.
Dampak terhadap perekonomian itu muncul di antaranya dari kenaikan biaya produksi dan gangguan pasokan logistik imbas blokade AS di Selat Hormuz.