Harga Minyak Dunia Anjlok, Mungkinkah BBM Ikut Turun? | EQUITYWORLD SEMARANG
Anjloknya harga minyak dunia usai sinyal perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuka peluang penurunan harga BBM nonsubsidi di Indonesia.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Anjloknya harga minyak dunia usai sinyal perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuka peluang penurunan harga BBM nonsubsidi di Indonesia.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat terkoreksi US$3,80 atau 4,33 persen menjadi US$83,91 per barel.
Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat (12/6/2026), memperpanjang koreksi tajam yang sudah berlangsung sejak awal pekan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 112,97 poin atau 1,91 persen ke level 5.789 pada sesi I perdagangan Senin (8/6).
IHSG dibuka melemah pada perdagangan Kamis (11/6). Indeks saham turun 43,93 poin atau minus 0,74 persen ke level 5.858 dari posisi penutupan sebelumnya.
Tekanan jual di pasar saham Indonesia berlanjut, IHSG anjlok 4,52% dan mencatatkan pelemahan 38% tahun ini. Ketegangan geopolitik mempengaruhi sentimen pasar.
IHSG ditutup di zona merah dengan net sell asing Rp325,3 miliar. BBCA paling banyak dijual, sementara TPIA menjadi favorit pembelian asing.
IHSG terjun semakin dalam hingga menyentuh level 5.348,95 atau ambles 245,82 poin, turun 4,39% pada perdagangan sesi pertama
Cadangan devisa pada akhir Mei 2026 tercatat sebesar US$ 144,9 miliar atau setara Rp 2.630 triliun (kurs Rp 18.160 per dolar AS).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA โ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin (8/6/2026). Pada awal sesi, IHSG berada di level 5.486,31, turun dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 5.594,76. IHSG...