BEI Bantah Penghapusan Batas Harga Saham Rp50 Bakal Picu Dana Kabur | EQUITYWORLD SEMARANG
BEI mengklaim rencana penghapusan batas harga saham Rp50 per lembar tak bakal memicu outflow atau aliran dana keluar dari pasar modal Indonesia.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
BEI mengklaim rencana penghapusan batas harga saham Rp50 per lembar tak bakal memicu outflow atau aliran dana keluar dari pasar modal Indonesia.
Bursa Efek Indonesia membantah penghapusan batas harga saham Rp50 akan memicu aliran dana keluar. Target implementasi batas harga baru Rp1 pada September 2026.
Airlangga Hartarto membantah anggapan bahwa perekonomian Indonesia tengah lesu di tengah ramainya istilah 'in this economy' di media sosial.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah anggapan perekonomian Indonesia tengah mengalami kelesuan. Menurutnya, ekonomi nasional masih tumbuh kuat terlihat dari pertumbuhan sebesar 5,45 persen pada semester…
Perusahaan milik Haji Isam, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), membantah bakal mengakuisisi sekitar 62,2 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah tudingan Indonesia menjadi jalur transshipment atau pengalihan barang asal China untuk masuk ke pasar Amerika Serikat (AS). Bantahan itu disampaikan…
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan aparat TNI dan Polri tidak akan dilibatkan untuk menagih maupun meningkatkan penerimaan pajak.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membantah anggapan penutupan sejumlah gerai ritel modern belakangan ini disebabkan melemahnya daya beli masyarakat.
Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hernawan Bekti Sasongko membantah adanya isu defisit anggaran dalam laporan keuangan 2025. Dia beli penjelasan.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membantah anggapan masyarakat mulai menggerus tabungan alias 'makan tabungan' di tengah kondisi ekonomi saat ini.