Purbaya Buka-bukaan soal Dampak AS-Iran Damai ke APBN | EQUITYWORLD SEMARANG
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dampak kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dampak kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan awal pekan dengan penguatan signifikan. Sentimen positif dari pasar global, terutama terkait kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran,...
Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung dan menyatakan dia mengizinkan kembali dibukanya Selat Hormuz serta pencabutan blokade.
Penyusunan memorandum kesepahaman damai antara Iran dan Amerika Serikat telah selesai dan penandatanganan dokumen tersebut akan dilaksanakan di Swiss pada Jumat, 19 Juni.
Draf damai AS-Iran mencakup pencairan aset, sanksi minyak, Selat Hormuz, hingga nuklir. Namun sejumlah poin sampai saat ini masih belum mencapai kata sepakat.
Perdamaian Iran dan Amerika Serikat masih belum berjalan mulus. Teheran belum memutuskan kesepakatan, sementara bentrokan dan penolakan terus terjadi.
Presiden Amerika Serikat (AS), yakni Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran bakal ditandatangani dalam waktu dekat.
Iran membantah klaim Donald Trump soal kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat. Netanyahu menyebut Iran wajib menyerahkan uranium diperkaya dalam perjanjian.
IHSG menguat tajam mengikuti reli bursa global setelah Donald Trump mengklaim kesepakatan damai AS-Iran segera diteken dan Selat Hormuz dibuka kembali.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 10 sen atau 0,11 persen ke level US$92,94 per barel.