Transaksi Global Naik 137 Persen, Livin’ by Bank Mandiri Incar China | EQUITYWORLD SEMARANG
Layanan QR Antar Negara melonjak 137 persen secara tahunan menembus Rp 54 miliar per Maret 2026.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Layanan QR Antar Negara melonjak 137 persen secara tahunan menembus Rp 54 miliar per Maret 2026.
IHSG turun lebih dari 2% ke level terendah 2026 akibat ketidakpastian ekonomi global dan kenaikan harga minyak. Sentimen pasar masih negatif.
IHSG tertekan lebih dari 2% pada perdagangan hari ini, mencatat titik terendah 2026. Sentimen geopolitik dan pelemahan Rupiah jadi penyebab utama.
Penerbitan AT1 senilai USD700 juta oleh BNI mendapat respons positif dengan permintaan investor global yang oversubscribe hingga 3,6 kali.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meningkatnya konflik di Timur Tengah telah memicu volatilitas di berbagai pasar keuangan global, termasuk perubahan dinamika pada tiga aset makro utama, yakni dolar AS, minyak, dan...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketidakpastian global yang masih berlangsung menjadi tantangan bagi perekonomian nasional. Fluktuasi harga energi hingga dinamika geopolitik dunia dinilai terus membayangi prospek pertumbuhan. Meski demikian, pemerintah tetap menargetkan…
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3 persen pada 2026. Proyeksi tersebut merupakan imbas dari dampak eskalasi perang di Timur Tengah yang semakin menekan...
Menag Nasaruddin menyebut ekonomi halal global diprediksi bernilai lebih dari US$3 triliun atau sekitar Rp51.532 triliun pada 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketidakpastian geopolitik global yang kian meningkat mendorong ketahanan energi kembali menjadi isu strategis, termasuk bagi Indonesia. Disrupsi rantai pasok, dinamika kawasan, hingga kompetisi global dalam perebutan investasi...
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan IMF memandang perekonomian global tetap resilien, meski menghadapi ketidakpastian yang makin kompleks