Setelah Dua Hari Hijau, Ini Penyebab IHSG Turun 1% | EQUITYWORLD SEMARANG
IHSG tertekan 1% pada 19 Agustus 2026, dipicu aksi jual saham BYAN. Investor menanti keputusan suku bunga BI dan perkembangan geopolitik.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
IHSG tertekan 1% pada 19 Agustus 2026, dipicu aksi jual saham BYAN. Investor menanti keputusan suku bunga BI dan perkembangan geopolitik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,69 persen ke 6.373 pada perdagangan Rabu (12/8) sore.
Menteri PPN/ Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengungkapkan transisi ekonomi ini bisa membuka setidaknya lebih dari 5 juta lapangan kerja hijau pada 2029.
Menteri PPN/ Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan ekonomi hijau merupakan prioritas utama pembangunan nasional.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,37 persen ke 6.319 pada perdagangan Selasa (4/8) sore.
IHSG membuka sesi II perdagangan 31 Juli 2026 siang ini tetap di zona hijau. Indeks menguat 0,55% ke level 6.220 didorong sentimen global dan aksi beli asing.
Pada pembukaan IHSG Jumat (31/7) sebanyak 329 saham menguat, 160 melemah, dan 189 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.893,732 triliun.
IHSG menguat 0,72% di sesi I, didorong saham perbankan besar. Nilai transaksi mencapai Rp6,33 triliun, dengan hampir semua sektor di zona hijau.
Pada pembukaan IHSG Rabu (29/7) sebanyak 341 saham menguat, 141 melemah, dan 193 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.841,77 triliun.
IHSG melonjak 1,74% ke 6.340,02 pada 21 Juli 2026, didorong oleh pengesahan RUU PFII. Sektor utilitas dan properti mencatatkan kenaikan signifikan.