Trump: Gagasan Selat Hormuz Jadi Bagian AS Ide Bagus | EQUITYWORLD SEMARANG
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut gagasan menjadikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat (AS) sebagai ide yang "bagus".
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut gagasan menjadikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat (AS) sebagai ide yang "bagus".
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat seiring meningkatkan tekanan AS ke Iran.
Ia sekaligus membantah pernyataan Amerika Serikat (AS) mengenai pelayaran normal kapal-kapal di Selat Hormuz. Klaim Washington itu disebutnya tidak benar dan hanya merupa
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran tidak akan membuka Selat Hormuz sampai Amerika Serikat memenuhi sejumlah syarat, termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran, kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran Mohammad Bagher…
Harapan Damai di Selat Hormuz, Harga Minyak Emas dan Emas Anjlok
Harga minyak dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Selasa pagi (4/8/2026), setelah ambruk pada sesi sebelumnya.
Harga minyak dunia kembali melesat pada perdagangan Senin (20/7/2026) pagi, didorong eskalasi konflik di Timur Tengah.
Ketegangan kembali meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir meskipun nota kesepakatan damai sudah dilakukan.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat mendesak Iran untuk mengakui Selat Hormuz tetap terbuka pada Sabtu (11/7/2026) serta berjanji menghentikan serangan terhadap kapal-kapal komersial, lapor Axios mengutip sejumlah pejabat AS. Para…
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Angkatan bersenjata Iran menyatakan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz telah pulih hingga 50 persen dibandingkan kondisi sebelum konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. "Kami memberikan...