Bagaimana Pertumbuhan Ekonomi Jika Konflik AS-Iran Berlanjut | EQUITYWORLD SEMARANG
Indef memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 berpotensi melambat ke kisaran 5 persen.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Indef memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 berpotensi melambat ke kisaran 5 persen.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Institute for Development of Economics & Finance (Indef) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mengalami perlambatan sebesar 0,21 persen apabila konflik Timur Tengah yang disertai dengan lonjakan...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Selasa (23/6/2026) mengatakan bahwa biaya konflik Iran mencapai sekitar 80 miliar dolar AS (sekitar Rp1.433 triliun) Namun, menurutnya tidak seberapa...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meredanya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat mulai membuka kembali aktivitas pelayaran di kawasan Teluk Arab. Di tengah situasi yang dinilai semakin kondusif, dua kapal milik PT...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi memberikan ruang tambahan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Saat ditanya...
Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah terkait nafkah serta hak bertemu anak memasuki babak baru. Surat dari Sarwendah dan ajakan berdiskusi memunculkan harapan damai.
Harga minyak dunia menguat tipis ke US$94 per barel pada perdagangan Selasa (9/6), meski Iran dan Israel sepakat gencatan senjata.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada Rabu (3/6/2026) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diperkirakan melambat tajam menjadi 2,1 persen dari 3,4 persen...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah merugikan dunia usaha global sebesar 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp 400 triliun. Berdasarkan analisis kantor berita...
Bursa saham Asia-Pasifik melemah akibat kekhawatiran konflik Timur Tengah.