IHSG Longsor, Analis Ungkap Penyebabnya | EQUITYWORLD SEMARANG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah nyaris 3% pada perdagangan sesi pertama perdagangan jelang akhir pekan ini.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah nyaris 3% pada perdagangan sesi pertama perdagangan jelang akhir pekan ini.
Pada sesi I perdagangan IHSG Jumat (19/6), sebanyak 355 saham turun, 297 saham menguat dan 152 saham lainnya stagnan.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan selusin saham masuk dalam radar pemantauan karena pergerakan saham yang terjadi di luar kebiasaan.
IHSG anjlok nyaris 34 persen sejak awal tahun. Analis mengatakan tekanan terhadap pasar saham belum menunjukkan tanda mereda.
Sebanyak 28 orang, termasuk 13 anggota dari satu keluarga, meninggal dunia dan dua lainnya masih belum ditemukan, setelah tambang emas ilegal di Angola barat laut longsor
IHSG jatuh 3,54% ke level 6.094,94 pada 21 Mei 2026, dengan transaksi Rp18,49 triliun. Investor asing mencatat net sell Rp544,9 miliar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berbalik memerah, setelah tadi sempat menghijau. Bak roller coaster, IHSG kini melemah 1,92% ke level 6.249,26.
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.410 per dolar AS pada perdagangan Selasa (5/5) pagi, melemah 17 poin atau 0,10 persen dibandingkan sebelumnya.
IHSG turun lebih dari 2% pada perdagangan hari ini, mencapai level terendah 2026. Tekanan jual meluas di semua sektor, dengan fokus pada sentimen global.
Harga minyak dunia ambles tajam pada perdagangan Rabu (8/4/2026) pagi waktu Indonesia, menyeret kembali harga ke bawah level psikologis US$100 per barel.