Indonesia Bakal Dapat Jatah Minyak dan LPG dari Rusia | EQUITYWORLD SEMARANG
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia bakal mendapatkan jatah minyak mentah dan LPG dari Rusia.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia bakal mendapatkan jatah minyak mentah dan LPG dari Rusia.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan hasil pertemuannya dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Moskow. Diskusi itu merupakan tindak lanjut pembicaraan Presiden…
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, menilai pemerintah perlu mengevaluasi sekaligus menyiapkan strategi untuk menghadapi potensi lonjakan harga minyak dunia. Hal ini menyusul gagalnya negosiasi antara Amerika…
Pertamina akan menindaklanjuti sesuai arahan yang ditetapkan oleh pemerintah terkait dengan rencana Indonesia membeli minyak Rusia.
Kenaikan harga minyak curah dipengaruhi tingginya harga plastik kemasan.
Indonesia dinilai bisa membeli minyak mentah dari Rusia di kisaran US$ 76,7-80 per barel. Harga sudah termasuk biaya logistik.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, menilai Indonesia bisa memperoleh minyak dengan harga 59 dolar AS per barel dari Rusia, lebih murah daripada harga minyak…
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga minyak turun pada perdagangan Asia, Selasa (14/4/2026) pagi, seiring harapan adanya pembicaraan damai lebih lanjut antara AS dan Iran yang meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi....
Menteri Energi Amerika Serikat (AS), Chris Wright mengatakan bahwa harga minyak dapat mencapai puncak beberapa pekan mendatang imbas gangguan pengiriman di Selat Hormuz.
Harga minyak dunia bergerak melemah hingga turun di bawah level psikologis US$100 per barel pada perdagangan Jumat, 10 April 2026. Manuver Iran dan AS jadi pemicu?