Perbanas Nilai Fundamental Bank Solid, Siap Dukung Ekonomi Nasional | EQUITYWORLD SEMARANG
Perbanas menilai sektor perbankan Indonesia tetap sehat di tengah ketidakpastian global, kredit dan likuiditas terjaga, dukung perekonomian nasional.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Perbanas menilai sektor perbankan Indonesia tetap sehat di tengah ketidakpastian global, kredit dan likuiditas terjaga, dukung perekonomian nasional.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kebangkitan signifikan pada perdagangan hari Jumat (12/6/2026) dengan melesat kembali menembus level psikologis 6.000. Kebangkitan pasar modal ini berjalan beriringan...
OJK menegaskan industri jasa keuangan tetap berfungsi di tengah ketidakpastian global.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kemampuan membaca siklus pasar dan mengelola aset secara jangka panjang dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai investasi properti. Selain lokasi, strategi pengelolaan dan pemilihan waktu transaksi...
KPK telah menetapkan Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim dan tujuh orang lainnya sebagai tersangka kasus pemerasan pengurusan dokumen keimigrasian.
Nilai tukar rupiah terus melanjutkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Rabu (3/6/2026).
Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (3/6/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menilai kebijakan pemerintah yang akan mewajibkan ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) berpotensi mengubah struktur perdagangan batubara...
Harga jual dolar Amerika Serikat (AS) di bank terus meningkat, seiring nilai tukar rupiah makin terpuruk.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai anjloknya nilai tukar rupiah ke kisaran Rp17.800 per dolar AS tidak masuk akal.