Rusia Atur Cadangan Valas Perbankan Wajib Pakai Yuan | EQUITYWORLD SEMARANG
Bank Sentral Rusia mengatur cadangan wajib yuan untuk mencegah kekurangan pasokan. Suku bunga swap yuan melonjak, memicu kekhawatiran di pasar valuta asing.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Bank Sentral Rusia mengatur cadangan wajib yuan untuk mencegah kekurangan pasokan. Suku bunga swap yuan melonjak, memicu kekhawatiran di pasar valuta asing.
Saham perbankan tetap menarik di tengah volatilitas pasar. BBRI diprediksi rebound berkat fundamental solid dan potensi dividen tinggi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA โ Penguatan ekosistem ekonomi terintegrasi menjadi fokus pelaku industri keuangan seiring meningkatnya kebutuhan transaksi yang cepat dan terhubung. Kolaborasi antara perbankan, pelaku usaha, dan konsumen dinilai kian penting...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA โ Bank Indonesia (BI) menyampaikan pembaruan pertumbuhan kredit perbankan yang tercatat masih bergerak single digit. BI terus mendorong penguatan pertumbuhan kredit perbankan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. โKredit perbankan…
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akses pembiayaan bagi masyarakat masih terjaga di tengah dinamika ekonomi global. Hingga akhir Maret 2026, kredit perbankan nasional tumbuh 10,42 persen secara tahunan (year on year/yoy), menandakan...
UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia, menyerap banyak tenaga kerja. Dukungan perbankan penting untuk pendanaan dan pertumbuhan berkelanjutan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan telah melakukan penyelidikan terhadap 181 perkara keuangan.
Industri perbankan Indonesia perkuat manajemen risiko di tengah ketidakpastian global akibat konflik Iran-Israel. Pertumbuhan kredit tetap solid dan likuiditas
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi sinyal terdapat dua hingga tiga bank KBMI III yang berpotensi naik kelas menjadi bank KBMI IV pada tahun ini. Meski begitu, OJK…
OJK menyatakan jika permintaan kredit sudah cukup tinggi, perbankan kemungkinan tidak akan lagi berinvestasi di Surat Berharga Negara.