Kisah Robohnya Kerajaan Bisnis Salim Usai Berjaya 3 Dekade | EQUITYWORLD SEMARANG
Sudono Salim, pendiri Salim Group, memiliki hubungan erat dengan Soeharto. Namun, kedekatan ini berujung pada keruntuhan bisnisnya saat krisis 1998.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Sudono Salim, pendiri Salim Group, memiliki hubungan erat dengan Soeharto. Namun, kedekatan ini berujung pada keruntuhan bisnisnya saat krisis 1998.
Sudono Salim, konglomerat Indonesia, menjalin hubungan erat dengan Soeharto. Namun, kedekatan ini berujung malapetaka saat krisis 1998 menghancurkan bisnisnya.
Bisnis jalan tol di Indonesia semakin dikuasai konglomerat besar. Investasi puluhan triliun rupiah menjadikannya ladang strategis bagi para pengusaha kaya.
Investor Lo Kheng Hong menjual 8,19 juta saham PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) untuk merealisasikan keuntungan, mengurangi kepemilikan menjadi 4,97%.
Grup Salim dan Bakrie bersinergi dalam pengembangan kendaraan listrik, dengan VKTR membeli 30% saham di Indomobil Ventura. Saham BNBR dan IMAS pun melonjak.
Salim Group, konglomerat Indonesia, mengalami jatuh-bangun bisnis akibat krisis 1998. Hubungan dengan Soeharto jadi bumerang saat kerusuhan melanda.
Amman Mineral Internasional (AMMN) laporkan penjualan 29 juta saham oleh PT Pesona Sukses Cemerlang, afiliasi Grup Salim, mengurangi kepemilikan menjadi 6,26%.
Tulang punggung bisnis Salim Group, mengalami kejatuhan hebat akibat krisis 1998.
Entitas grup Salim melalui PT Tunas Mekar Jaya terpantau memangkas kepemilikan sahamnya di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) hingga di bawah 1%.