Pelan-pelan Dolar AS Tembus Rp17.000, Begini Pergerakannya! | EQUITYWORLD SEMARANG
Nilai tukar rupiah tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (1/4/2026).
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Nilai tukar rupiah tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (1/4/2026).
Ekonom perbankan ungkap penyebab rupiah mengalami tekanan pada hari ini melawan dolar Amerika Serikat
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia di Jakarta, Rabu (1/4/2026), pukul 09.30 WIB, mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp 75.000, dari semula Rp 2.827.000...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA β Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) mencatat, hingga Februari 2026, jumlah penerimaan negara dari sektor usaha ekonomi digital mencapai Rp 48,11 triliun. Angka tersebut lebih...
Hipdut tembus Jepang! Sisca Saras berkolaborasi dengan idol Jepang NecoMe (Ayaka Yasumoto) dan produser F4dli dalam single βSwipe Kanan Kiriβ, proyek perdana Sony Music.
Seskab Teddy Indra Wijaya mengatakan posisi Indonesia semakin terlihat sebagai magnet investasi dunia. Kepercayaan global menanamkan modal di Tanah Air kian meningkat.
Harga minyak dunia kembali menembus level psikologis US$115 per barel. Kondisi ini menimbulkan sejumlah risiko yang perlu diantisipasi oleh Indonesia.
Keterlibatan pasukan Houthi dalam konflik Timur Tengah berpotensi mengerek harga minyak ke level US$ 120 per barel.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Senin melemah 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp 17.002 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/3/2026) pagi bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia seiring investor menghindari aset berisiko akibat...