Dewas BPKH Tolak Investasi Sukuk Korporasi Rp500 M, Ini Alasannya | EQUITYWORLD SEMARANG
Dewan Pengawas BPKH memproses 11 usulan investasi, menolak satu usulan sukuk korporasi Rp 500 miliar. Total investasi disetujui mencapai Rp 19,65 triliun.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Dewan Pengawas BPKH memproses 11 usulan investasi, menolak satu usulan sukuk korporasi Rp 500 miliar. Total investasi disetujui mencapai Rp 19,65 triliun.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serikat Pekerja PT PLN Indonesia Power Services (PIPS) meminta pemerintah mengkaji ulang ketentuan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 yang memasukkan sektor ketenagalistrikan ke...
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump, Kamis (21/5/2026) lalu, mengatakan AS menentang segala bentuk pungutan tol terhadap pengiriman barang melalui Selat Hormuz. Ia juga menegaskan Iran tidak akan diizinkan…
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjanji menghentikan berbagai kegaduhan terkait kebijakan pajak yang belakangan dinilai meresahkan pelaku usaha dan masyarakat. Ke depan, pengumuman kebijakan perpajakan disebut hanya...
Respons Iran terhadap usulan dari Amerika Serikat (AS) difokuskan untuk mengakhiri perang serta memastikan keamanan pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Perwakilan Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vasily Nebenzya, dengan tegas menolak rancangan resolusi anti-Iran yang diajukan Amerika Serikat di DK PBB
Purbaya berencana menarik para pelaku industri rokok ilegal untuk masuk ke sistem legal dengan membayar cukai kepada negara.
AS Tolak Proposal Iran, IHSG Melemah 2% dan Rupiah Ambles ke Rp 17.300/USD
Purbaya menceritakan momen saat menolak tawaran utang miliaran dolar dari IMF dan Bank Dunia saat berkunjung ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat tawaran pinjaman dari IMF dan Bank Dunia senilai US$ 25-US$ 30 miliar untuk memperkuat fiskal.