Trump ‘Ngamuk’ Sebut Iran Bisa Diratakan dalam Waktu Semalam | EQUITYWORLD SEMARANG
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menghancurkan Iran dalam semalam jika negara itu tidak segera mencapai kesepakatan membuka selat hormuz.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menghancurkan Iran dalam semalam jika negara itu tidak segera mencapai kesepakatan membuka selat hormuz.
Kondisi kesehatan presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali jadi sorotan. Dirinya dilaporkan mendapat perawatan di Walter Reed Medical Center di Bethesda, Maryland
Harga minyak dunia kembali melonjak setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran untuk segera membuka Selat Hormuz.
Pada Jumat, 3 April 2026, Iran mengklaim telah menembak jatuh pesawat militer Amerika Serikat dengan merilis foto puing-puing F-15E. Proses evakuasi pun berlangsung
Presiden Donald Trump melontarkan pesan keras bernada ancaman kepada Iran. Dia menyebut AS akan menargetkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada hari Selasa
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran memiliki waktu 48 jam untuk mencapai kesepakatan nuklir atau membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi global. "Ingat ketika...
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengultimatum Iran agar membuka kembali Selat Hormuz. Dia menyebut Iran hanya memiliki waktu 48 jam untuk membuka Selat Hormuz.
Insiden jatuhnya jet tempur AS setelah ditembak Iran menyoroti tantangan yang semakin besar yang dihadapi Presiden Trump saat perang memasuki bulan kedua
Pete Hegseth meminta Kepala Staf AD AS, Jenderal Randy A. George untuk segera mundur dari jabatannya, di tengah perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Harga minyak dunia melonjak lebih dari Rp100 ribu per barel usai Donald Trump ancam lanjutkan serangan ke Iran, memicu kekhawatiran krisis energi global.