Trump Ancam Bikin Iran ‘Gelap’ dalam 48 Jam, Bursa Asia Ambruk | EQUITYWORLD SEMARANG
Pasar saham Asia-Pasifik kompak melemah pada perdagangan awal pekan, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Pasar saham Asia-Pasifik kompak melemah pada perdagangan awal pekan, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran.
Harga minyak naik pada Senin (23/3) pagi setelah Presiden AS Donald Trump memberi Iran ultimatum 48 jam untuk membuka Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu, 21 Maret 2026, memberi tenggat waktu kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran dalam 48 jam
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum untuk Iran dalam perkembangan terbaru, Ahad (22/3/2026). Dalam unggahannya di media sosial, Trump mengancam Amerika Serikat akan βmenghancurkanβ pembangkit...
Presiden AS Donald Trump pada Jumat, 20 Maret 2026, menyebut dirinya tak mendukung gencatan senjata dalam perang AS-Israel yang sedang berlangsung dengan Iran.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA β Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (19/3/2026) meminta Israel menghentikan serangan ke fasilitas minyak dan gas Iran. Permintaan itu disampaikan langsung kepada Perdana Menteri Israel Benjamin...
Kebijakan memungkinkan sumber daya vital seperti minyak, gas alam, pupuk, dan batu bara mengalir bebas ke pelabuhan Amerika Serikat (AS) selama enam puluh hari.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) dilaporkan Wall Street Journal (WSJ) Rabu (18/3/2026), meminta Israel untuk tidak lagi menyerang fasilitas energi Iran setelah pusat kilang gas terbesar Iran di...
Juru bicara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ibrahim Zolfaghari, menyindir Donald Trump dalam sebuah video yang dirilis oleh Al Jazeerah pada Selasa lalu 17 Maret 2026.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS tidak lagi membutuhkan dukungan angkatan laut Jepang dan sekutu lainnya untuk membantu mengamankan kawasan Selat Hormuz.