Imbas Sentimen Global dan Rupiah, IHSG Ambruk 2% Lebih | EQUITYWORLD SEMARANG
IHSG tertekan lebih dari 2% pada perdagangan hari ini, mencatat titik terendah 2026. Sentimen geopolitik dan pelemahan Rupiah jadi penyebab utama.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
IHSG tertekan lebih dari 2% pada perdagangan hari ini, mencatat titik terendah 2026. Sentimen geopolitik dan pelemahan Rupiah jadi penyebab utama.
Meskipun IHSG turun 6,61% akibat tekanan jual asing, investor global tetap akumulasi saham, terutama di sektor konglomerasi dan komoditas.
Investor asing jual besar-besaran di pasar saham Indonesia, dengan net sell Rp2,95 triliun. Tekanan utama pada saham perbankan, IHSG turun 6,61%.
Investor asing jual besar-besaran Rp5 triliun, IHSG turun 3%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,06 persen atau turun 225,75 poin ke level 7.152 pada akhir sesi I perdagangan Jumat (24/4).
IHSG anjlok lebih dari 1% pada perdagangan hari ini, dipicu oleh tekanan geopolitik dan lonjakan harga minyak.
IHSG anjlok 1,10% ke 7.458,64, dipicu pelemahan sektor perdagangan dan nilai tukar rupiah. Harga minyak melonjak, mempengaruhi pasar global.
IHSG ditutup merah tiga hari berturut-turut, turun 17,77 poin ke 7.541,61. Investor asing mencatat penjualan bersih Rp827,42 miliar.
IHSG ditutup di level 7.549,41, turun 44,7 poin di perdagangan sesi 1 hari ini, Selasa (21/4/2026).
Saham BBCA mengalami tekanan jual besar, turun 4% dan menjadi beban IHSG. Pasar menunggu sinyal positif untuk rebound amid ketegangan global.