Bank Mandiri Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 5,1-5,5 Persen Q2 | EQUITYWORLD SEMARANG
Head of Macroeconomic & Financial Market Research Departement Bank Mandiri Dian Ayu Yustina memprediksi pertumbuhan ekonomi 5,1-5,5 persen.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Head of Macroeconomic & Financial Market Research Departement Bank Mandiri Dian Ayu Yustina memprediksi pertumbuhan ekonomi 5,1-5,5 persen.
PT Equityworld Futures Semarang – Dolar AS bergerak stabil pada Senin (11/5) setelah Presiden Donald Trump menolak respons Iran atas proposal damai AS, mendorong harga minyak naik dan menghidupkan kembali…
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Visa, perusahaan pembayaran digital global, mempertemukan para pemimpin industri perbankan dan pembayaran nasional dalam forum tahunan Visa Indonesia Client Forum yang digelar di Bali. Forum tersebut...
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat kemandirian ekonomi desa.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 akan bergerak melandai dibandingkan kuartal sebelumnya. Namun, pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih bergerak solid di...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktivitas liburan masyarakat mulai dilirik sebagai sumber pertumbuhan baru industri perbankan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank Tabungan Negara kini membidik transaksi wisatawan lewat kerja...
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, mengajak Hipmi untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah (Pemda), guna menggerakkan ekonomi kreatif di RI.
REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO — Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan menggelontorkan investasi besar pada sektor ekonomi biru. Investasi ini dilakukan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan protein hewani dunia sekaligus memperkuat kesejahteraan nelayan...
Gejolak geopolitik, pelemahan rupiah, hingga fluktuasi pasar saham membuat obligasi kembali dilirik karena tergolong instrumen investasi yang stabil.
Nilai tukar rupiah masih tertekan oleh dolar Amerika Serikat (AS), meski pertumbuhan ekonomi Indonesia menyentuh 5,61 persen pada kuartal I 2026.