Angkasa Pura Minta Maaf soal Atap Terminal 3 Bandara Soetta Ambruk | EQUITYWORLD SEMARANG
Angkasa Pura meminta maaf soal insiden ambruknya atap di area Terminal 3 Bandara Soetta yang viral dan memastikan mengevaluasi fasilitas pascakejadian.
PT. Equityworld Futures Cabang Semarang
PT. Equityworld Futures didukung dengan total karyawan lebih dari 5000 staf di seluruh Indonesia. PT Equityworld Futures telah memiliki 7 kantor cabang yang tersebar di Indonesia
Angkasa Pura meminta maaf soal insiden ambruknya atap di area Terminal 3 Bandara Soetta yang viral dan memastikan mengevaluasi fasilitas pascakejadian.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar industri jasa keuangan terus mencermati perkembangan geopolitik global yang masih berlangsung di negara Timur Tengah.
Percepat Realisasi Investasi Pabrik Semikonduktor, HKI Minta Izin Dipermudah
Mentan Andi Amran Sulaiman memastikan kebijakan mandatori biodiesel B50 tetap berjalan pada 2026 ini.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran memiliki waktu 48 jam untuk mencapai kesepakatan nuklir atau membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi global. "Ingat ketika...
Seorang pejabat senior Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut pemimpin baru Iran telah meminta gencatan senjata. Baca selengkapnya
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengungkap bahwa Presiden Iran telah meminta gencatan senjata. Trump mengaku gencatan senjata itu bisa tercapai kalau...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah memastikan pasokan LPG nasional dalam kondisi aman, meskipun ketergantungan impor masih cukup tinggi di tengah dinamika global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia...
Hal tersebut dikatakan Presiden Prabowo saat menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Presiden Prabowo Subianto minta Kabinet Merah Putih kaji kebijakan penghematan, antisipasi dampak konflik Timur Tengah. Langkah ini mirip era Soeharto 1986.