Penguatan lanjutan emas, terutama yang didorong oleh permintaan safe haven, diharapkan akan tergantung pada data ekonomi yang akan dirilis minggu ini. Data PCE (pengukur inflasi pilihan Fed) di AS, angka kedua produk domestik bruto kuartal ketiga, data kepercayaan konsumen, dan purchasing managers index AS akan menjadi fokus. Data inflasi zona euro juga menjadi perhatian, bersama dengan produksi industri dan retail sales Jepang.
Penting untuk dicatat bahwa faktor-faktor seperti kondisi ekonomi global, inflasi, dan kebijakan suku bunga dapat mempengaruhi pergerakan harga emas. Meskipun tanda-tanda melemahnya ekonomi dapat meningkatkan permintaan safe haven untuk emas, kebijakan suku bunga yang lebih tinggi dapat menjadi kendala.
Di sisi lain, harga tembaga mengalami penurunan setelah dua minggu kenaikan kuat. Tembaga untuk pengiriman Januari turun 0,3% menjadi $3,8220 per pon. Faktor seperti penurunan profit industri di China memberikan isyarat pelemahan di negara tersebut, yang mencatatkan penurunan terus-menerus. Data PMI China mendatang diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang aktivitas bisnis di negara tersebut hingga November. Traders juga menantikan langkah-langkah stimulus lebih lanjut dari Beijing yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan permintaan tembaga lokal.